|
KUNJUNGAN KETUA PENGADILAN TINGGI AGAMA PALU KE PENGADILAN AGAMA BANGGAI |
|
Written by nashrullah
|
|
Jumat, 05 Pebruari 2010 |
|
pa.banggai.net I banggai (04/02/2010)
 (dari kiri ke kanan-KPA Banggai, KPTA Palu, Pansek-PTA, Kasubag Umum-PTA) "Alhamdulillah saya beserta rombongan sudah bisa tiba di banggai, ternyata jauh sekali". Begitulah kata-kata yang terucap dari KPTA-Palu Drs.H.Muh. Djufri Palalo S.H, M.H mengawali sambutannya dalam kunjungan perdananya ke Pengadilan Agama Banggai. dalam kunjungannya kali ini beliau di dampingi oleh bapak Pansek- Drs. M. Darman Rasyid, S.H serta Kasubag Umum-Sutarno, S.H. Sempat terlintas dalam benak beliau dan rombongan untuk mengurungkan niatnya meneruskan perjalanan ke PA.Banggai mengingat kondisi laut yang kurang bersahabat tapi karena sudah niat akhirnya beliau tetap terus dan alhamdulillah dalam perjalanan laut tenang. |
|
Last Updated ( Jumat, 05 Pebruari 2010 )
|
|
Read more...
|
|
Kita Selangkah Lebih Maju dalam Access to Justice |
|
Written by Zulkarnain
|
|
Kamis, 04 Pebruari 2010 |
|

Nenad Bago (duduk paling tengah) berpose bersama para peserta English Meeting Club.
Jakarta l badilag.net (3/2) Permasalahan penegakan hukum di Indonesia sangat kompleks. Meski demikian, Indonesia justru selangkah lebih maju dalam hal memberikan pelayanan hukum (access to justice) kepada warganya, khususnya kepada warga miskin dan kaum perempuan. “Access to Justice di Indonesia lebih bagus daripada di negara-negara lain. Para intelektual ambil bagian, termasuk timnya Pak Wahyu Widiana ini,” kata Nenad Bago, AIPJ Senior Legal Advisor, dalam English Meeting Club di Gedung Badilag, Selasa (2/2). AIPJ (Australia Indonesia Partnership for Justice) adalah lembaga yang memfokuskan diri pada pembangunan sektor hukum dan peradilan di Indonesia. |
|
Read more...
|
|
|
Tidak Mustahil, Biaya Perkara Perceraian Digratiskan |
|
Written by Zulkarnain
|
|
Rabu, 03 Pebruari 2010 |

Dari kiri ke kanan: Moderator Ratu Ayu Rahmi, narasumber Salman, Dirjen Badilag Wahyu Widiana dan Ketua Panitia Achmad Cholil.
Jakarta l badilag.net (3/2) Diskusi English Meeting Club kembali menyuguhkan pertukaran pikiran yang menarik. Berkaitan dengan tema besar “Acces to Justice”, muncul gagasan agar biaya perkara perceraian digratiskan. Gagasan ini disampaikan Salman, SHI, MA, calon hakim dari PA Cilegon, Banten, Selasa (2/1), di Gedung Badilag. Diskusi ini diikuti 30 peserta yang kebanyakan hakim. Dirjen Badilag Wahyu Widiana juga mengikuti kegiatan bulanan ini. “Prinsip umum penanganan perkara perdata adalah No Cost, No Case,” ujar Salman, berbekal bahan presentasi berjudul “Implementing Free-Cost for Divorce Case in Religious Court”. Prinsip tersebut sesuai dengan Pasal 121 HIR. Namun, prinsip tersebut ada pengecualiannya, yaitu untuk perkara prodeo buat masyarakat miskin atau untuk kasus-kasus tertentu. Hal ini merujuk kepada Pasal 91A UU No. 50 Tahun 2009 tentang Peradilan Agama. |
|
Read more...
|
|
|
|